![]() |
Kimono, pakaian tradisional khas Jepang ini sangat terkenal bukan hanya
di Jepang tapi juga diberbagai negara. Mulai dari anak anak sampai orang
dewasa cocok mengenakan kimono, pakaian tradisional ini tidak hanya
merupakan simbol dari keunikan tradisi di Jepang tapi juga merupakan
warisan budaya yang sangat dijaga oleh orang orang Jepang. Orang jepang
sering memakai kimono diberbagai kesempatan seperti festival dan juga
acara acara formal, tapi tahukah minna-san jika kimono memiliki banyak
jenis, setiap kimono memiliki fungsi dan keunikan tersendiri. Ingin tahu
lebih lanjut apa saja jenis jenis Kimono yang ada di Jepang? ayo
disimak, dozoo....
![]() |
Sebelum kita melihat berbagai jenis kimono, mari kita kembali sebentar
melihat sejarah dibalik pakaian tradisional Jepang yang sangat terkenal
ini. Kimono yang kita kenal pada saat ini merupakan pakaian tradisional
masyarakat Jepang pada zaman Edo sekitar tahun 1600-1868. Ada perbedaan
cara memakai kimono pada zaman itu dimana untuk wanita di kelas samurai
memiliki cara mengenakan kimono yang lebih sederhana dibandingkan
wanita yang berada di luar kelas samurai, mereka yang berada di luar
kelas samurai memiliki gaya mengenakan kimono yang lebih beragam.
Pita besar yang diikat dibagian belakang kimono disebut obi, pada
awalnya obi diikat dibagian depan atau samping dari kimono sampai suatu
ketika seorang aktor kabuki pada saat melakukan pagelaran mengenakan obi
yang diikat dibagian belakang kimono sekitar tahun 1700, disinilah awal
mula cara mengenakan kimono dizaman modern berasal yang sekrang sering
kali kita lihat.
Ada berbagai jenis Kimono di Jepang, tidak hanya berbeda bentuk
desainnya saja tetapi fungsi dari setiap kimono pun berbeda beda.
1.Yukata, Kimono musim panas
![]() |
oke..... yukata juga sebuah kimono, hanya saja fungsi dan penamaannya
membuat kebanyakan orang berpikir bahwa yukata adalah yukata bukan
kimono, yukata berasal dari penamaan yu (mandi) dan katabira (pakaian
dalam). Pada masa heian, para bangsawan Jepang selalu mengenakan sebuah
piama tipis berbahan linen setelah mereka menikmati pemandian air panas,
tradisi inipun berlanjut sampai periode edo dimana pada saat itu
pemandian air panas sudah sangat digemari oleh orang orang Jepang, yaap
orang Jepang sangat suka pemandian air panas. Sampai saat ini yukata pun
juga disediakan sebagai pakaian bagi para tamu ryokan (penginapan
tradisional Jepang) saat mereka selesai menikmati onsen pribadi,
biasanya pelayan ryokan akan menyediakan beberapa helai yukata di dalam
lemari kamar penginapan. Yukata yang saat ini umum digunakan terbuat
dari bahan katun tipis yang sangat nyaman dan sejuk saat digunakan,
tidak heran jika yukata sangat cocok dikenakan saat musim panas tiba.
Pada saat menghadiri festival musim panas di Jepang seperti bon odori,
minna-san akan banyak menemui orang orang yang mengenakan Yukata.
2. Furisode, Kimono yang melambangkan kedewasaan
![]() |
Ketika seorang anak perempuan di Jepang menginjak umur 20 tahun, orang
tuanya akan menghadiahi anak tersebut dengan sebuah kimono saat perayaan
seijin no hi atau hari menuju dewasa sang anak. Umur 20 tahun merupakan
sebuah tanggung jawab bagi sang anak, mereka telah diberi tanggung
jawab penuh untuk semua hal yang ingin mereka lakukan. Furisode
merupakan kimono berlengan panjang dan memiliki tampilan warna yang
mencolok dan terbuat dari bahan kain sutra yang berkualitas tinggi, arti
dari furisode sendiri adalah "swinging sleeves" atau lengan yang
berkibas, hmmm.... cukup aneh jika diartikan lebih lanjut.
3. Homongi
![]() |
Jika furisode melambangkan beranjaknya seorang wanita menuju umur
"dewasa" maka Homongi melambangkan sebuah awal baru bagi kehidupan
wanita di Jepang, yaap sebuah pernikahan. Banyak orang tua yang
memberikan Homongi sebagai hadiah untuk anaknya yang baru saja menikah
untuk menggantikan furisode yang mereka miliki. Homongi biasanya dipakai
oleh wanita Jepang yang sudah menikah pada saat upacara minum teh atau
menghadiri upacara pernikahan kerabat jauh seperti teman dan..... mantan
pacar *uhuk uhuk
4. Tomesode
![]() |
Tomesode salah satu dari kimono resmi yang dipakai oleh wanita Jepang
yang telah menikah, lalu apa yang membedakan Homongi dengan Tomesode?
dari segi fungsi tomesode juga dikenakan untuk menghadiri acara formal
seperti pernikahan layaknya homongi, akan tetapi tomesode digunakan
untuk menghadiri acara pernikahan dari kerabat dekat seperti keluarga
kandung. Dari segi tampilan, Tomesode hanya memiliki satu warna yaitu
warna hitam, berbeda dengan homongi yang memiliki warna yang lebih
bervariasi
5. Kuromontsuki, Kimono untuk kaum lelaki
![]() |
Jika perempuan bisa memakai kimono, kenapa tidak untuk kaum lelaki.
Tentunya kimono ini memiliki desain yang berbeda dari kimono untuk
perempuan *yaiyalaah!! , tidak ada pita besar yang diikat dibagian
belakang kimono tentunya, jika pun minna-san memaksa yaa... kelihatan
aneh sekali dan cukup akward untuk seorang laki laki yang mengenakan
kimono dengan obi di bagian belakang. Terasa seperti seorang samurai
saat memakai kimono ini, tinggal tambah sedikit sentuhan katana
disebelah kanan dan rambut kuncir khas samurai zaman edo maka kadar
macho minna-san akan bertambah sangat drastis, terkecuali jika minna-san
tetap memaksa untuk menambahkan obi dibagian belakang kimono ini.
6. Mofuku, Kimono disaat berduka
![]() |
Warna hitam adalah warna khas untuk menggambarkan sebuah rasa duka yang
mendalam, begitu juga dengan kimono ini. Mofuku yang merupakan kimono
resmi khusus dikenakan untuk menghadiri upacara pemakaman di Jepang,
memiliki warna hitam yang menggambarkan suasana saat kimono ini dipakai.
Tetapi saat ini orang Jepang sudah mulai mengenakan Jas hitam saat
menghadiri upacara pemakaman, hanya sebagian saja yang masih mengenakan
kimono hitam ini, biasanya para kerabat dekat (perempuan) dari sang
almarhum yang mengenakannya. Jika kalian pernah menonton Usagii drop
live movie, kalian bisa melihat scene dimana ibu dari kawachi memakai
mofuku dan beberapa orang lainnya tidak memakainya, APA!! belum menonton
filmnya!!?? minna-san..... kalian benar benar telah melewatkan 2%
kebahagiaan dari hidup kalian.
7. Uchikake
![]() |
Berbeda dengan Tormesode dan Homongi, kimono yang satu ini benar benar
dipakai saat hari upacara pernikahan dari seorang wanita Jepang. Mereka
memakai uchikake sebagai pakaian resmi saat mereka menikah, kimono yang
satu ini merupakan yang paling indah dan tentunya konteks indah ini
berbanding lurus dengan harga dari kimono ini, yaap.... uchikake adalah
kimono yang paling mahal diantara semua jenis kimono yang ada sehingga
kebanyakan keluarga akan menyewa kimono ini saat pernikahan anak mereka,
itupun tetap dibandrol dengan harga sewa yang sangat mahal. Kimono ini
memiliki desain yang unik menyerupai gaun, kain kimono memanjang sampai
menyentuh tanah sehingga pengantin wanita harus dibantu saat mengenakan
kimono ini, siapa juga yang mau merusak hari paling bersejarah dalam
hidup hanya karena terpeleset??
Terlepas dari semua itu, kimono tetaplah barang mahal. Jangan sekali
kali meminta kimono sebagai oleh oleh dari teman yang akan pulang
berlibur dari Jepang, terkecuali teman minna-san punya satu bak mandi
yang penuh dengan koin emas mungkin tidak jadi masalah. Tapi kemungkinan
ada dua sih jika teman minna-san masih berbaik hati dia akan tetap
membelikan kimono!! tentunya dalam bentuk gantungan kunci, atau jika
beruntung minna-san bakal dapat oleh oleh tabi (sendal tradisional
Jepang) tepat di pipi minna-san.
Pernahkah minna-san mengenakan kimono sebelumnya, bagaimana rasanya
mengenakan pakaian tradisional Jepang yang satu ini? ayo share pendapat
minna-san di kolom komentar, yoroshiku onegaishimasu. :)












0 komentar:
Posting Komentar